Gus Poyet Menyebut Masalah Zidane Ada Pada Cedera Yang Dialami Casemiro

Gus Poyet, Real Betis – Seorang pemain sepakbola di posisi tertentu terkadang mendapat perhatian yang minim meski memberi kontribusi besar bagi tim. Seorang N’Golo Kante tidak menerima pujian sebesar jamie Vardy ataupun Riyad Mahrez setelah sukses mengantarkan Leicester City memenangkan gelar juara Liga Primer Inggris musim lalu. Pemain di posisi gelandang jangkar atau gelandang bertahan yang jarang mencetak gol ataupun menunjukkan aksi individu luar biasa memang sering luput dari perhatian. Namun kehilangan pemain di posisi tersebut ternyata dapat berdampak besar bagi permainan sebuah tim. Hal tersebut kini tengah dialami oleh Real Madrid yang harus kehilangan Casemiro karena mengalami cedera retak pada tulang kaki bagian bawah.

Gus Poyet Menyebut Masalah Zidane Ada Pada Cedera Yang Dialami Casemiro

Casemiro yang harus absen dalam beberapa pertandingan terakhir ternyata berdampak pada menurunnya performa Real Madrid. Manajer Real Betis Gus Poyet bahkan berkomentar jika sukses Zinedine Zidane sebagai manajer Real Madrid akan sangat ditentukan oleh kondisi dan performa Casemiro sebagai seorang gelandang bertahan. Pada masa Zidane menjadi pemain Real Madrid; terdapat sosok serupa di lini tengah Los Galacticos pada diri seorang Claude Makalele. Gelandang bertahan kelahiran Zaire yang memilih bermain untuk tim nasional Perancis tersebut mengenakan seragam Real Madrid selama 3 musim dan tampil 94 pertandingan La Liga tanpa pernah mencetak gol. Makalele memenangkan 2 gelar juara La Liga, 1 gelar juara Liga Champions Eropa, 1 gelar Supercopa de Espana, 1 gelar Piala Supoer Eropa dan 1 gelar Piala Intercontinental.

Ketika banyak orang mengatakan bahwa Zinedine Zidane merupakan manajer yang lebih baik dari Rafael Benitez; Gutavo Poyet menolak pernyataan tersebut. Manajer Celta Vigo tersebut mengatakan Zidane menemukan solusi bagi masalah di Real Madrid dengan memainkan Casemiro sebagai gelandang bertahan. Sukses Real Madrid di kompetisi Eropa dan mengalahkan Atletico Madrid pada final Liga Champions Eropa musim lalu juga dinilai Poyet berkat peran seorang Casemiro. Kini ketika performa Real Madrid menurun dan hanya mencatat 4 hasil imbang secara beruntun; banyak pihak berkomentar bahwa Zidane merupakan malapetaka bagi Real Madrid. Gus Poyet membantah hal tersebut; Zidane tetap seorang manajer handal namun ia kehilangan elemen terpenting dalam timnya saat Casemiro cedera.

Tidak adanya pemain lain yang memiliki fungsi memotong aliran bola dan merusak serangan lawan, mendaur ulang penguasaan bola dan menjadi pemain kelima di lini pertahanan membuat Real Madrid mengalami masalah serius dengan cedera Casemiro. Tugas penting Zidane untuk memperbaiki performa Real Madrid adalah menemukan solusi bagi masalah tersebut. Memainkan 1 atau 2 pemain lain untuk menggantikan peran Casemiro dengan merubah formasi atau tetap dengan formasi 4 – 3 – 3 dapat menjadi solusi yang lebih baik. Selama ini Zidane hanya menambah daya serang Real Madrid dengan memainkan lebih banyak pemain berkarakter menyerang untuk menekan lawan sepanjang pertandingan. Sebuah pilihan strategi yang membuat lini belakang Real Madrid mudah kecolongan oleh serangan balik cepat karena tidak ada pemain di lini tengah yang memotong serangan lawan.

Bank Offline