Islam Slimani Dapat Memberi Warna Baru Pada Permainan Leicester City

Perekrutan pemain baru dengan harapan pemain baru tersebut memberi dampat positif bagi klub. keputusan Claudio Ranieri mendatangkan penyerang Islam Slimani dari Sporting Lisbon ke Leicester City. Juara Liga Primer Inggris musim lalu tersebut membayar 35 juta Euro untuk membawa penyerang internasional Aljazair tersebut ke Inggris. Ia akan bermain bersama Riyad Mahrez yang juga merupakan rekan di tim nasional Aljazair. Berpasangan dengan Jamie Vardy di lini depan Leicester City; Slimani dapat menjadi masalah serius bagi tim manapun. Keduanya merupakan tipe pemain pekerja keras; Vardy merupakan penyerang yang cepat sedangkan Slimani merupakan penyerang yang sangat kuat pada duel udara dan mampu melakukan heading keras dengan akurat.

Islam Slimani Dapat Memberi Warna Baru Pada Permainan Leicester City

Penyerang 28 tahun tersebut memiliki tinggi 6 kaki 2 inci; cukup besar dan kuat untuk seorang pemain depan. Keistimewaan Slimani ada pada insting menyambut umpan silang; ia mampu mengatur kecepatan lari dan loncatan untuk menerima umpan silang dengan sempurna dan menghasilkan sundulan kepala keras serta akurat. Kelebihan tersebut juga membuat Slimani menjadi aset bagus ketika menghadapi serangan bola mati berupa tendangan bebas di dekat gawang ataupun tendangan sudut. Sebagai pemain dengan tipe pekerja keras; Slimani selalu aktif bergerak mencari ruang menerima umpan, membantu pertahanan ataupun mengganggu pemain belakang lawan dengan pergerakan ataupun adu fisik. Ia dapat menjadi masalah serius bagi lini pertahanan tim manapun.

 

(Baca juga: Tottenham secara mengejutkan membeli Moussa Sissoko)

 

Islam Slimani juga memiliki kebiasaan unik dengan kemampuan mencetak gol pada pertandingan melawan tim kuat. Persaingan Sporting Lisbon dengan Benfica, FC Porto dan Braga merupakan persaingan klasik di Portugal. Slimani telah menjalani 24 pertandingan membela Sporting melawan ketiga klub rival tersebut dan tital mencetak 16 gol di 24 pertandingan tersebut. Musim lalu Sporting bertemu ketiga rival tersebut 8 kali di semua kompetisi dan Slimani hanya gagal mencetak gol sebanyak 2 kali. Slimani telah berkembang banyak sejak bergabung dengan Sporting Lisbon pada musim panas 2013 lalu; ia memperlihatkan kecepatan belajar aspek – aspek penting dalam permainan sepakbola seperti penempatan posisi, kecepatan beradaptasi dengan perubahan strategi, sentuhan pertama, passing dan penyelesaian akhir.

Bank Offline